Senin, 07 Juli 2014

Pelangi Senja Pelapor SPT Tahunan



Pagi yang cerah memasuki tahun 2014, KPP Pratama Bangkalan bersiap menyambut hajatan besar yaitu Penerimaan Laporan SPT Tahunan 2014. Setelah beberapa bulan sebelumnya para Account Representaive (AR) berjuang pontang-panting demi mengumpulkan pundi-pundi penerimaan negara, kini kesibukan itu berganti dengan hal yang tidak kalah penting dan saya rasa cukup menguras waktu dan tenaga juga.

Suasana pagi itu cukup santai. Beberapa teman AR berkumpul sambil bercanda ringan di cubicle masing-masing. Mas Lukman tetap setia dengan lagu-lagu seangkatan Fariz RM dan Atiek CB nya (maklum selera mengikuti usia). Di samping saya ada mas Shobi sedang menelpon sang buah hati (tipikal pegawai PJKA Pulang Jumat Kembali Ahad di mana hari itu pengennya segera berubah menjadi jumat sore). Suasana pada pagi itu memang sedang santai tetapi tetap waspada.

Jam 8 pagi pun telepon berbunyi. Segera diangkat dan ternyata panggilan dari pak Murni sang satpam menginformasikan bahwa ada Wajib Pajak yang mau laporan SPT Tahunan. “Buseettt….sudah ada yang mau laporan tahunan.Baru juga tanggal 2 Januari” begitulah gumanku.“Oke lets go” dengan semangat dan dengan rasa penasaran saya segera turun ke bawah menemui Wajib Pajak tersebut.

Untuk mendramatisir bak sinetron maka kurang lebihnya seperti ini, perjalanan dari lantai dua ke lantai I pagi itu terasa lama, begitu menuruni anak tangga yang tidak seberapa ini langkah kakiku terasa berat (lebay) dengan rasa penasaran siapakah geranganWajib Pajak yang pertama kali laporan SPT Tahunan pada tahun 2014 ini. Begitu sampai di lantai I, maka saya pun langsung berjumpa dengan mas Imam petugas TPT andalan kantor yang pagi itu sedang memakai baju merah. “ mas bapak ini mau laporan SPT Tahunan” kata Imam. Saya melihat bapak tersebut dan “Masya Allah…” gumanku dalam hati. Seorang bapak-bapak lebih tepatnya kakek-kakek dengan baju lusuh dan memakai sandal jepit merk swallow warna hijau yang kelihatan usang, tersenyum sangat bersemangat untuk laporan SPT Tahunan. 

Saya segera menyapa bapak tersebut dan mengajak ke ruang konsultasi. “selamat pagi pak……saya Nugroho, ada yang bisa saya bantu?”. “ saya mau laporan mas, biasanya Cuma menyerahkan ini saja (sambil menyerahkan struk gaji pensiunan)”. “ Maaf dengan bapak siapa?”. Pertanyaan pun mengalir tentang identitas sang bapak. Kemudian saya jelaska nmengenai tatacara pengisian SPT Tahunan dan mengenai formulir 1770 SS yang baru. 

Kekagumanku bertambah ketika mengetahui bahwa bapak tersebut sudah berusia 70an tahun. Dan saya semakin merinding begitu mengetahui bahwa rumah bapak tersebut adalah di Mertajasah sebuah desa di kecamatan Bangkalan dengan jarak kurang lebih 7 kilometer dan dengan mengendarai sepeda ontel tua (sepeda kebo) datang ke KPP untuk laporan SPT Tahunan. Walaupun terlihat capek namun bapak tersebut tidak mengeluh. Nafas bapak tersebut masih keliatan cepat akibat capek mengendarai sepeda dari rumahnya. Obrolan kami pun semakin hangat. Beliau mempunyai dua anak yang semuanya sudah menikah dan tinggal di kota lain karena pekerjaan.  Di rumah beliau tinggal bersama istri saja.

Beliau juga sempat menanyakan beberapa hal kepada saya mengenai identitas saya.Saya pun tak lupa meminta resep agar bisa bersemangat seperti beliau.“Mas saya ini sebenarnya sakit-sakitan, sudah tua mas” begitu katanya. Namu nmelihat sosoknya, fisik bapak tersebut yang sudah tua dan sakit-sakitan itu mampu tertupi oleh semangat beliau, sehingga ada kesan positif dari beliau. Saya pun bertanya “bapak rajinnya laporan SPT?”. Dan beliau pun menjawab“ gaji saya dulu dan pensiunan saya yang sekarangkan dari Negara mas,  ya saya taat pada Negara”. SPT pun akhirnya terselesaikan juga dan saya arahkan ke loket TPT untuk menyampaikan SPT tahunannya.Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada beliau. Dari balik ruang konsultasi KPP Pratama Bangkalan saya merasa malu pada bapak tersebut. Bapak tersebut lebih dahulu laporan SPT Tahunan 2014 dari pada saya yang nota bene petugas pajak yaitu pada hari kamis tanggal 2 Januari 2014 jam 08.00 pagi .  Semangat bapak pada pagi itu telah menginspirasi saya sebagai petugas pajak untuk selalu bersemangat menghimpun penerimaan pajak dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada Wajib Pajak. Saya pun merasa bersyukur bisa bertemu dengan bapak tersebut yang memberikan pelajaran bagi kami yang muda.

(Penulis : NugrohoPriyo S,  Account Representative)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar